Dubes Serbia Harap Indonesia Dukung Integritas WilayahnyaJakarta (ANTARA News) - Duta Besar (Dubes) Serbia untuk Indonesia, Zoran Kazazovic, berharap bahwa Pemerintah Indonesia memberikan dukungan kepada wilayah negaranya untuk mempertahankan integritas wilayah dan kedaulatannya.Hal itu dikemukakan Kazazovic ketika ditemui ANTARA News di sela-sela acara peringatan hari kemerdekaan negerinya di Jakarta, Jumat malam, terkait dengan rencana Kosovo memerdekakan diri pada pekan mendatang.
Menurut Kazazovic, rencana Kosovo mengumumkan kemerdekaan itu dapat dipandang sebagai tindakan melanggar hukum dan tidak berlaku. Pandangan itu mendapat dukungan dari Rusia, yang memunyai hak veto di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.Pemerintah Serbia, menurut dia, akan melakukan segala upaya, baik secara politik ataupun diplomasi, untuk menyelesaikan perbedaan pendapat itu.
Saat ditanya mengenai kemungkinan menggunakan cara militer guna menyelesaikan permasalahan itu, Kazazovic mengatakan bahwa Pemerintah Serbia tidak akan menggunakan kekuatan tentara.Ia mengatakan pula, Pemerintah Serbia akan memaksimalkan peran Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa guna menyelesaikan permasalahan itu.
Serbia dengan didukung Rusia pekan ini meminta Dewan Keamanan menyelenggarakan sidang darurat untuk membahas usaha Kosovo memerdekakan diri.Pada kesempatan itu, ia juga menegaskan bahwa masalah Kosovo semata-mata terkait dengan masalah suku, bukan agama.Kazazovic juga menggarisbawahi hubungan baik antara pemerintah Serbia dan Indonesia, yang telah terjalin lama di segala bidang.
Sementara itu, dalam sidang darurat Dewan Keamanan, Serbia meminta anggota badan dunia itu, termasuk Indonesia, menolak pernyataan kemerdekaan Kosovo, yang diperkirakan dilakukan dalam 2-3 hari mendatang.Permintaan agar Dewan Keamanan tidak menerima kemerdekaan Kosovo tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Serbia Vuk Jeremic dalam sidang badan dunia itu di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, Kamis waktu setempat.Di tengah suara 15 anggota Dewan Keamanan, yang saat ini terpecah, Indonesia sebagai salah satu anggotanya belum menunjukkan sikap jika Kosovo memerdekakan diri, menolak atau menerima kemerdekaan itu.Dengan berseberangan dengan Rusia, Amerika Serikat serta negara Eropa di Dewan Keamanan, terutama Inggris dan Prancis, bersikap mendukung kemerdekaan Kosovo.
Wakil Tetap Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Marty Natalegawa belum mengungkapkan sikap Indonesia terhadap kemungkinan pernyataan kemerdekaan oleh Kosovo.Namun, di tengah keterpecahan suara anggota Dewan Keamanan menyangkut Kosovo, Marty menyatakan Indonesia masih tetap yakin bahwa badan dunia itu berusaha kuat agar masalah Kosovo diselesaikan secara damai."Bagaimanpun, pada intinya, semua negara anggota Dewan Keamanan tidak ingin ada lagi konflik di Balkan," katanya.
Secara hukum, Kosovo --yang sebagian besar penduduknya suku Albania dan sebagian kecil suku Serbia-- masih menjadi bagian dari Serbia, namun sejak 1999, Kosovo dikelola pemerintahan di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang juga melibatkan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). (*)
Sabtu, 16 Februari 2008
Pakistan Tangkap Tersangka Kelima Pembunuh Benazir Bhutto

Islamabad (ANTARA News) - Polisi Pakistan telah menangkap seorang tersangka kelima yang dituduh terlibat dalam pembunuhan pemimpin oposisi Benazir Bhutto pada 27 Desember 2007, kata seorang penyelidik, Jumat (15/2).Tersangka itu, yang diidentifikasi sebagai Abdur Rasheed, ditangkap di satu rumah di kawasan kota garnisun Rawalpindi, Kamis, dan disebut-sebut sebagai anggota utama kelompok yang merencanakan pembunuhan Benazir.
"Abdur Rasheed adalah seorang anggota utama kelompok itu dan terlibat dalam pemberian senjata kepada anggota-angota kelompok tersebut," kata seorang penyelidik senior kepolisian kepada AFP.Rasheed tidak berada di lokasi pembunuhan itu, katanya.Ia diajukan kepada seorang hakim yang mencatat pernyataannya, kata seorang penyelidik lain."Ia mengakui peranan dukungannya dalam persekongkolan pembunuhan itu," katanya.Empat muslim garis keras -- dua ditangkap di daerah perbatasan baratlaut dan dua lagi di Rawalpindi -- telah menjalani interogasi.
Polisi mengatakan bahwa dua dari mereka, Hasnain Gul dan Rafaqat, mengaku di sebuah pengadilan Rabu bahwa mereka merencanakan serangan itu untuk membalas serangan pemberintah terhadap sebuah masjid muslim garis keras di Islamabad, ibukota Pakistan, yang menewaskan lebih dari 100 orang, sebagian besar muslim garis keras.
Benazir, yang tewas dalam serangan penembakan dan bom bunuh diri pada 27 Desember, menjadi sasaran kelompok militan karena ia mendukung tindakan pemerintah dan dipandang sebagai pro-Barat, kata penyelidik.
Pemerintah Pakistan dan Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat/AS (CIA) menuduh Baitullah Mehsud, seorang komandan militan yang terkait dengan Al-Qaeda yang berpangkalan di daerah suku Waziristan Selatan, mendalangi serangan tersebut. (*)
Kamis, 14 Februari 2008
Pakistan Ujicoba Rudal Nuklir Jarak Pendek
Islamabad (ANTARA News) - Pakistan, Rabu, menembakkan rudal balistik berkemampuan nuklir jarak pendek dalam rangkaian latihan peluncuran ketiga dalam beberapa pekan terakhir, kata militer negara tersebut.
Pasukan tentara dari komando pertahanan strategis berhasil meluncurkan rudal Hatf III (Ghaznavi), yang berjangkauan 290 kilometer, kata pernyataan militer, sebagaimana dilaporkan AFP.Peluncuran tersebut disaksikan oleh pejabat Perdana Menteri Mohammedmian Soomro dan panglima militer Ashfaq Kayani. Namun pernyataan juga mengatakan bahwa rincian lebih lanjut akan diumumkan kemudian.
Pakistan dan India secara rutin melakukan ujicoba-ujicoba rudal sejak negara Asia Selatan bertetangga yang militernya berkemampuan nuklir itu saling melakukan ujicoba senjata nuklir pada Mei 1998.Meskipun demikian, dalam tahun 2004 mereka melancarkan proses perdamaian yang berjalan lamban yang bertujuan mengakhiri permusuhan yang telah berumur enam dasawarsa dan menyelesaikan sengketa mereka mengenai kawasan Kashmir, di kawasan Himalaya, yang menyebabkan kedua negara terlibat perang selama tiga tahun.
Pada Februari 2007 Pakistan dan India menandatangani satu kesepakatan untuk mengurangi resiko kecelakaan akibat senjata nuklir.
Kedua negara juga terikat perjanjian untuk saling memberitahu mengenai latihan ujicoba rudal, namun bukan peluncuran rudal. (*)
Pasukan tentara dari komando pertahanan strategis berhasil meluncurkan rudal Hatf III (Ghaznavi), yang berjangkauan 290 kilometer, kata pernyataan militer, sebagaimana dilaporkan AFP.Peluncuran tersebut disaksikan oleh pejabat Perdana Menteri Mohammedmian Soomro dan panglima militer Ashfaq Kayani. Namun pernyataan juga mengatakan bahwa rincian lebih lanjut akan diumumkan kemudian.
Pakistan dan India secara rutin melakukan ujicoba-ujicoba rudal sejak negara Asia Selatan bertetangga yang militernya berkemampuan nuklir itu saling melakukan ujicoba senjata nuklir pada Mei 1998.Meskipun demikian, dalam tahun 2004 mereka melancarkan proses perdamaian yang berjalan lamban yang bertujuan mengakhiri permusuhan yang telah berumur enam dasawarsa dan menyelesaikan sengketa mereka mengenai kawasan Kashmir, di kawasan Himalaya, yang menyebabkan kedua negara terlibat perang selama tiga tahun.
Pada Februari 2007 Pakistan dan India menandatangani satu kesepakatan untuk mengurangi resiko kecelakaan akibat senjata nuklir.
Kedua negara juga terikat perjanjian untuk saling memberitahu mengenai latihan ujicoba rudal, namun bukan peluncuran rudal. (*)
Jasad Pemberontak Timor Leste Disambut Ratusan Pendukung
Dili (ANTARA News) - Ratusan orang, Rabu, berkumpul di rumah pemberontak Timor Timur Alfredo Reinado, yang tewas dalam upaya pembunuhan atas presidennya awal pekan ini, saat jasadnya dibawa ke Dili dalam persiapan pemakaman.
Sekitar 500 orang anggota keluarga, teman dan pendukungnya dengan tenang memenuhi rumahnya, sementara puluhan polisi negara dan Perserikatan Bangsa-Bangsa menjaga keamanan saat jasadnya tiba sesudah menjalani pembedahan di kamar mayat rumahsakit.
Pemakaman tersebut diperkirakan berlangsung pada Kamis.
Maria Luisa, salah satu tetangga Reinado, menyatakan sedih atas kematiannya.
"Ini terjadi akibat pemimpin menunda pembicaraan dengannya dan itu membuatnya tegang dan lepas kendali," kata wanita berusia 38 tahun tersebut.
Manuel, pengemudi, yang berhenti di rumah itu, mengatakan kepada kantor berita Prancis AFP, "Saya sangat prihatin baginya, Alfredo, yang berjuang untuk kebenaran dan keadilan. Saya sedih, tapi juga tidak menyetujui serangan atas rumah presiden."Reinado, mantan mayor polisi tentara, muncul sebagai tokoh kunci pada kerusuhan Mei 2006, yang menggoyahkan demokrasi muda itu dan memaksa penempatan penjaga perdamaian asing untuk memulihkan ketenangan.
Ia menjadi pemimpin mandiri dari sekitar dua lusin inti dari 600 tentara pemberontak, yang memicu kegentingan ketika membelot, menyatakan dibedakan, karena mereka berasal dari daerah barat.Ia ditangkap dan dipenjarakan dengan tuduhan memiliki senjata gelap, mencoba membunuh dan membangkang, namun lolos dari penjara dan bermain petak-umpet dengan pemerintah sampai Presiden Jose Ramos-Horta menghentikan pemburuan atasnya.
Perundingan putus-sambung di antara keduanya terjadi, tapi berhenti ketika anak buah Reinado menyerang kediaman presiden pada Senin.
Reinado ditembak tewas dan Ramos-Horta dihantam dua atau tiga peluru dalam bakutembak saat itu.Presiden itu menjalani tiga pembedahan di Australia, tempat ia dirawat, dan diperkirakan sembuh dan pulang dalam sekitar tiga pekan, kata dokter.Jaksa agung Timor Timur pada Rabu menyatakan akan menerbitkan surat perintah penahanan untuk 18 orang, yang diduga terlibat percobaan pembunuhan presiden dan perdana menteri negeri itu.
"Kami hari ini sampai pada kesimpulan untuk menerbitkan surat penahanan itu," kata Jaksa Agung Longinhos Monteiro kepada wartawan di Dili.Ketika menjawab pertanyaan mengenai seberapa kuat buktinya, ia menyatakan "99 persen", kemudian menambahkan, "Saya tidak mau menyebut nama mereka."Tentara Australia terus berdatangan di Dili pada Rabu untuk memperkuat pasukan asing penjaga perdamaian dan 1.600 polisi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Mereka dikerahkan untuk menerapkan keadaan darurat menyusul serangan pada hari Senin tersebut.Jalan di Dili tetap tenang, walaupun penduduk setempat menyatakan suasana masih tegang.Perdana Menteri Timor Timur Xanana Gumao pada Senin mengumumkan keadaan darurat diberlakukan di seluruh negeri selama sedikit-dikitnya 48 jam setelah Ramos-Horta ditembak.Keadaan darurat itu mempertimbangkan jam larangan keluar rumah pada malam sejak pukul 20.00 waktu setempat (18.00 WIB), kata Gusmao.
Jam malam itu akan "mencabut hak bergerak bebas, yang berarti bahwa orang tidak dapat berkeliling dan setiap orang harus tetap tenang di rumah dari pukul 08.00 malam", kata Gusmao dalam pernyataan tertulisnya. (*)
Sekitar 500 orang anggota keluarga, teman dan pendukungnya dengan tenang memenuhi rumahnya, sementara puluhan polisi negara dan Perserikatan Bangsa-Bangsa menjaga keamanan saat jasadnya tiba sesudah menjalani pembedahan di kamar mayat rumahsakit.
Pemakaman tersebut diperkirakan berlangsung pada Kamis.
Maria Luisa, salah satu tetangga Reinado, menyatakan sedih atas kematiannya.
"Ini terjadi akibat pemimpin menunda pembicaraan dengannya dan itu membuatnya tegang dan lepas kendali," kata wanita berusia 38 tahun tersebut.
Manuel, pengemudi, yang berhenti di rumah itu, mengatakan kepada kantor berita Prancis AFP, "Saya sangat prihatin baginya, Alfredo, yang berjuang untuk kebenaran dan keadilan. Saya sedih, tapi juga tidak menyetujui serangan atas rumah presiden."Reinado, mantan mayor polisi tentara, muncul sebagai tokoh kunci pada kerusuhan Mei 2006, yang menggoyahkan demokrasi muda itu dan memaksa penempatan penjaga perdamaian asing untuk memulihkan ketenangan.
Ia menjadi pemimpin mandiri dari sekitar dua lusin inti dari 600 tentara pemberontak, yang memicu kegentingan ketika membelot, menyatakan dibedakan, karena mereka berasal dari daerah barat.Ia ditangkap dan dipenjarakan dengan tuduhan memiliki senjata gelap, mencoba membunuh dan membangkang, namun lolos dari penjara dan bermain petak-umpet dengan pemerintah sampai Presiden Jose Ramos-Horta menghentikan pemburuan atasnya.
Perundingan putus-sambung di antara keduanya terjadi, tapi berhenti ketika anak buah Reinado menyerang kediaman presiden pada Senin.
Reinado ditembak tewas dan Ramos-Horta dihantam dua atau tiga peluru dalam bakutembak saat itu.Presiden itu menjalani tiga pembedahan di Australia, tempat ia dirawat, dan diperkirakan sembuh dan pulang dalam sekitar tiga pekan, kata dokter.Jaksa agung Timor Timur pada Rabu menyatakan akan menerbitkan surat perintah penahanan untuk 18 orang, yang diduga terlibat percobaan pembunuhan presiden dan perdana menteri negeri itu.
"Kami hari ini sampai pada kesimpulan untuk menerbitkan surat penahanan itu," kata Jaksa Agung Longinhos Monteiro kepada wartawan di Dili.Ketika menjawab pertanyaan mengenai seberapa kuat buktinya, ia menyatakan "99 persen", kemudian menambahkan, "Saya tidak mau menyebut nama mereka."Tentara Australia terus berdatangan di Dili pada Rabu untuk memperkuat pasukan asing penjaga perdamaian dan 1.600 polisi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Mereka dikerahkan untuk menerapkan keadaan darurat menyusul serangan pada hari Senin tersebut.Jalan di Dili tetap tenang, walaupun penduduk setempat menyatakan suasana masih tegang.Perdana Menteri Timor Timur Xanana Gumao pada Senin mengumumkan keadaan darurat diberlakukan di seluruh negeri selama sedikit-dikitnya 48 jam setelah Ramos-Horta ditembak.Keadaan darurat itu mempertimbangkan jam larangan keluar rumah pada malam sejak pukul 20.00 waktu setempat (18.00 WIB), kata Gusmao.
Jam malam itu akan "mencabut hak bergerak bebas, yang berarti bahwa orang tidak dapat berkeliling dan setiap orang harus tetap tenang di rumah dari pukul 08.00 malam", kata Gusmao dalam pernyataan tertulisnya. (*)
Langganan:
Postingan (Atom)